Gempa 6,2 Tasikmalaya berpotensi Tsunami?

Tadi Malam tgl 15/12/2017 sekitar pukul 23:47 WIB sejumlah besar daerah dipulau jawa terutama pesisir selatan mengalami gempa, Gempa terjadi di kedalaman 107 kilometer, berpusat di 42 kilometer Barat Daya Kawalu, Jawa Barat. Gempa diperkirakan sebesar 6,2 skala richter.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pengamatan tide gauge di pangandaran (Jawa Barat), Pamayang Sari (Jawa Barat), Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Timur). Dari rekaman stasiun - stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa, tidak terekam adanya kenaikan air laut.

Tide gauge adalah pendeteksi tsunami yang dipasang di perairan untuk mendeteksi adanya gelombang. Tide gauge bekerja dengan cara mengukur perubahan permukaan laut secara mekanis dan otomatis.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi, berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa.

"Pengakhiran peringatan dini tsunami telah disampaikan pada pukul 02.26 WIB," ujarnya lewat keterangan tertulis, Sabtu (16/12/2017)
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG.
"Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil," tutur Riyadi.

Semoga keluarga2 kita diberi ketabahan, terutama keluarga2 kita yg terkena gempa tadi malam.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »