Super Pipo Inzaghi Regenerasi jadi PC 63

Masih ingatkah kalian dengan sosok penverang yang kurang skill dalam bermain bola tapi bisa menjadi striker yang paling ditakuti sampai2 pelatih Jos Mourinho bilang "Ac Milan boleh pasang 10 striker tapi jangan Filipo Inzaghi". bagaimana seorang Filipo Inzaghi selalu menjadi salah satu pemain andalan dalam lini depan timnya baik ketika dia bermain untuk Italia maupun untuk Ac Milan. Walau secara skill dan olah bola yang kurang baik namun dia memiliki naluri dalam mencetak gol yang sangat tinggi.
Tentunya itu adalah kelebihan dari seorang Inzaghi dalam menapaki kariernya sebagai penyerang depan yang secara mengejutkan bisa dilabeli dengan kata subur. Walau secara usahanya selama ini ia hanya memanfaatkan peluang saja ketika ada di depan gawang buah hasil kerja keras rekannya.
Mungkin kalian para fans bola akan merindukan sosok tipe striker seperti Super Pippo, karena akan sangat sulit kita menemukan Inzaghi Inzaghi berikutnya. Karena sepak bola modern inilah yang menghambat adanya regenerasi dari super Pipo dalam sepak terjangnya. Tidak ingin nama Inzaghi terlupakan begitu saja Ac Milan pun seolah membangunkan ingatan lama kita lagi soal penyerang satu ini.
Dengan masuknya pemain muda berbakat hasil akademinya yaitu Patrick Cutrone 63 yang bergabung dengan akademi Milan ketika menginjak usia delapan tahun pada 2006 silam. Hebatnya lagi Cutrone adalah salah satu penyerang tersubur di Milan Junior ketika itu. Dalam rekap perjalanannya bisa anda temukan statistik cukup ciamik dengan torehan 29 gol untuk Milan junior.
Maka dari itu sangat wajar jika Ac milan memboyong pemuda ini untuk menjadi bagian dari skuat utamanya musim ini. Walau dibilang masih seumur jagung dalam menapaki kariernya namun Cutrone sudah bisa memperlihatkan bahwa ia adalah pemain yang tajam. Ketika itu dia berhasil membuktikan diri sebagai kepercayaan sang mantan pelatih Ac Milan yaitu Montella sebelum saat ini digantikan Gattuso.
Cutrone bukan pemain murahan walau dia berada bersama sederet pemain mahal, Pemain yang mengidolakan Alvaro Morata ini memang dalam keadaan yang cukup terhimpit diantara striker Milan lainnya seperti Andre Silva dan Fabio Borini yang sempat diyakini bakal menjadi andalan Milan musim ini.
Tetapi Cutrone adalah jawaban sebenarnya untuk Milan, karena pemain dengan pemilik nomor punggung 63 itu sangat sukses dalam memainkan peran penting di skuat Milan. Dia adalah pembawa magis Inzaghi yang sekian lama hilang dari pandangan kita.
Pencapaian Cutrone yang selalu kita ingat adalah ketik dia berhasil melakukan brace ke gawang Bayern Muenchen dalam laga Champions Cup 2017 di Stadion Shenzhen Universiade beberapa bulan lalu, ia berhasil menjadi jawaban dalam kurang suburnya lini serangan Milan.
Seperti dikutip dari Goal (15/12/2017) selain hebat dalam soal mencetak gol, Cutrone juga memiliki akurasi operan yang mencapai 88%.
Tidak heran jika dia bisa menjadi pelengkap peran Goal Poacher yang mungkin sudah berganti generasi saat ini. Dia bisa dikatakan adalah Poacher masa kini dan lebih modern dari Inzaghi namun gaya bermain dan cara ia melakukan penempatan posisi nyaris serupa dengan apa yang sering dilakukan Inzaghi dalam gol yang ia cetak.
Mungkin hampir semua fans bola didunia menginginkan munculnya sosok seperti Super Pippo diera ini, bukan hanya dr para Milanisty.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »